Januzaj sendiri telah membuktikan potensinya di musim kemarin, ia menjadi pemain terbaik tim reserves
Manchester United dan berperan krusial dalam membawa timnya menjadi
juara kompetisi tim cadangan Liga Primer Inggris. Ia memiliki gaya
permainan yang flamboyan dengan teknik tinggi. Dia dapat bermain sebagai
sentral di lini tengah ataupun ditempatkan di sisi sayap kanan atau
kiri. Gaya mainnya tidak jauh berbeda dengan gelandang United asal
Jepang Shinji Kagawa.
Moyes tahu, Adnan memiliki visi yang sangat
luas dan memiliki insting untuk dapat menemukan ruang kosong dan celah
di pertahanan lawan. Hal yang telah ia tunjukkan ketika mencetak gol ke
gawang Kitchee.
Selain itu, keunggulan lain yang dimiliki pemain kidal ini adalah
tendangan bebasnya yang sangat akurat untuk pemain seumurnya.
Kecintaannya pada sepakbola diyakini menjadi salah satu alasan betapa
besarnya kualitas yang ia miliki.
"Sejak berusia lima tahun, saya
senang bermain sepakbola dan selalu memiliki bola di kaki saya. Saya
hanya berusaha menjalani karier di sini karena saya benar-benar
mencintai sepakbola dan saya harap saya dapat terus melanjutkannya dan
melakukan sesuatu untuk masa depan," ujar Januzaj seperti dilansir laman
resmi klub.
"Dia telah berkembang dalam hal khusus dan saya pikir
dia mendapatkan edukasi yang sangat luar biasa di Belgia. Dia telah
datang ke sini dengan teknik yang bagus dan bertekad untuk menjadi
seorang pesepakbola," ungkap Warren Joyce, pelatih tim cadangan
Manchester United.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar