MADRID — Real Madrid dikenal sebagai klub yang dihuni pemain sepak bola
Muslim. Salah satu nama pemain Muslim itu adalah Sami Khedira.
Gelandang Los Blancos ini adalah salah satu andalan pelatih Jerman
Joachim Low dalam menatap Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina pada Juni
2012.
Khedira lahir dari orangtua Muslim keturunan Tunisia. Sejak kecil,
eks pemain VfB Stuttgart ini memeluk agama Islam dan mendapat pendidikan
Islami dari keluarganya. Sama seperti rekannya Mezut Ozil, Khedira juga
tidak melakukan puasa Ramadhan secara penuh ketika La Liga Spanyol berlangsung.
Dia tidak mau berbohong dengan mengatakan berpuasa penuh, sebab
tuntutan pekerjaannya cukup berat. Latihan dan jadwal pertandingan yang
ketat kadang menguras tenaga. Karena itu kalau memaksakan diri berpuasa
maka bisa kontraproduktif. Sebenarnya, ketika masih bermain di
Bundesliga, Khedira selalu berpuasa di bulan Ramadhan. Namun lagi-lagi
dia menegaskan kadang kalanya dia tidak berpuasa.
“Seorang Muslim seharusnya berpuasa selama 30 hari sejak matahari terbit
hingga tenggelam,” kata dia dalam sebuah wawancara. “Tetapi saya
seorang atlet yang kompetitif, saya membutuhkan tenaga saya, yang tidak
mungkin saya dapatkan tanpa makanan,” imbuh Khedira.
Ternyata keputusannya itu mendapat dukungan Dewan Muslim Jerman atau
semacam MUI di Indonesia. Lewat fatwanya, Dewan Muslim Jerman
mengizinkan pemain sepak bola Muslim profesional untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan. Tujuannya agar performa di lapangan tidak menurun.
Dengan begitu, klub yang
sudah membayar mahal tidak dirugikan akibat sang pemain tidak dapat
tampil maksimal lantaran tidak memiliki tenaga. Namun wajib hukumnya
bagi mereka untuk menggantinya di hari lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar