DALAM satu pekan belakangan ini, nama Adnan Janujaz menyedot perhatian jagat sepak bola.
Utamanya Liga Primer Inggris. Janujaz mencetak dua gol kemenangan
Manchester United—klub yang dibelanya—melawan Sunderland. David Moyes,
pelatih United, pun diselamatkan oleh gol Janujaz setelah dihujat karena
membawa United melakukan start buruk dalam dua dekade terakhir.
Janujaz sekarang tengah menjadi kontroversi dikarenakan soal sikapnya dalam membela negara. Janujaz adalah seorang Muslim.
Januzaj lahir di Belgia. Kedua orang tuanya berasal dari daerah di
bekas negara Yugoslavia yang saat ini sedang diperebutkan oleh Kosovo
dan Serbia.
Ayahnya adalah warga Albania, sementara ibunya lahir di Turki. Januzaj
pindah ke Inggris ketika ia berusia 16 tahun dan menandatangani kontrak
untuk United.
Karena tempat kelahirannya, ia memenuhi syarat untuk bermain untuk
Belgia. Melalui ayahnya, dia bisa bermain untuk Albania, dan melalui
ibunya dia bisa bermain untuk Turki. Karena sengketa yang sedang
berlangsung antara Kosovo dan Serbia, ia juga bebas untuk memilih antara
kedua negara, meskipun Kosovo masih belum terdaftar di FIFA. Selain
itu, manajer Inggris Roy Hodgson juga telah memanggilnya untuk mewakili
The Three Lions.
Nah, di sinilah masalahnya. Siapa tidak ingin membela Inggris dalam hal sepak bola?
Tapi jika ini terjadi, ini akan menjadi pelanggaran terhadap aturan
FIFA yang menyatakan bahwa seorang pemain harus tinggal dan menerima
pendidikan di negara tertentu selama minimal 5 tahun sebelum usia 18
tahun. Namun, pengecualian untuk para pencari suaka.
Bahkan aturan ini dikritik oleh gelandang Arsenal
Jack Wilshere. “Bagi saya jika Anda orang Inggris, Anda berbicara
bahasa Inggris dan Anda bermain untuk Inggris. Satu-satunya orang yang
harus bermain untuk Inggris adalah orang-orang Inggris. Jika Anda
tinggal di Inggris selama lima
tahun, itu tidak membuat Anda bisa berbahasa Inggris. Jika saya pergi
ke Spanyol dan tinggal di sana selama lima tahun, saya tidak akan
bermain untuk Spanyol.”
Januzaj sendiri sudah menolak kesempatan bermain untuk Belgia setelah
ia ditawari di tim junior mereka. Orang-orang Belgia percaya bahwa ia
sedang menunggu panggilan dari Albania, sementara yang lain mengatakan
ia lebih suka bermain untuk Kosovo setelah mereka terdaftar di FIFA.
Negara mana yang akan dibela Janujaz—akankan ia memilih negara yang ia
tinggali sekarang, ataukah sentimen muslimnya yang akan lebih
menariknya?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar